Pemprov Sultra Tengahi Persoalan PT Antam dan 13 Perusahaan di Konawe Utara

0
357

KENDARI, CORONGSULTRA.ID – Hingga saat ini, persoalan tumpang tindihnya Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kecamatan Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), antara PT Aneka Tambang (Antam) TBk dan 13 perusahaan pertambangan tak kunjung tuntas.

Terakhir, Mahkamah Agung (MA) RI pada tahun 2014 lalu, telah mengeluarkan putusan yang menyatakan bahwa IUP PT Antam harus dihidupkan kembali dan IUP 13 perusahaan pertambangan yang IUPnya di atas IUP PT Antam tersebut diciutkan. Dan saat ini pula Pemerintah Provinsi (Pemprov) masih menunggu Legal Opinion (LO) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra terkait putusan MA dan langkah apa yang harus diambi Pemprov Sultra.

Menyikapi persoalan itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra mencoba menengahi persoalan antara PT Antam dan 13 perusahaan pertambangan dengan memanggil 13 perusahaan pertambangan yang IUPnya berada di atas IUP PT Antam.

Direktur Karya Murni Sejati (KMS), Tri Wicaksono di dampingi petinggi beberapa perusahaan lainnya, usai menghadiri panggilan dari Pemprov, Senin (18/12/2017) kemarin di Kendari, mengatakan dalam pertemuan yang dilaksanakan di Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membahas sejumlah problem yang terjadi di Kabupaten Konawe Utara.

“Intinya disini kami ingin sampaikan bahwa kami apresiasi tindakan Pemerintah,” ujar Tri.

“Hari ini Minerba Provinsi memberikan kami satu peluang yang menurut kami baru kali ini terjadi, kami didengarkan . Kami ini adalah perusahaan yang jauh lebih kecil dari PT Antam. Tapi disini juga kami sudah cukup banyak investasi dan juga kami sudah berusaha legal mengurus semua hal legalnya suatu aktivitas pertambangan dan ini sudah kami tunggu sudah cukup lama,” katanya.

Lanjut, mewakili perusahaan lainnya, Tri mengatakan pihaknya berharap agar pertemuan tersebut dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang baik bagi ke duanya.

“Kami berharap solusinya terbaik untuk kami, dan kami serahkan semuanya ke Pemerintah Provinsi,” harapnya.

Untuk diketahui, dalam pertemuan di Kantor ESDM Sultra juga di hadiri oleh Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungn Hidup Provinsi, Kejaksaan dan Kepolisian, serta PTSP.

Berikut nama-nama 13 perusahaan yang IUPnya berada di atas lahan PT Antam sesuai putusa MA :

1. CV Ana Konawe
2. CV Malibu
3. CV Yulan Pratama
4. PT Andhikara Cipta Mulia
5. PT Avry Raya
6. PT Hafar Indotech
7. PT James Armando Pundimad
8. PT Karya Murni Sejati 27
9. PT Mughni Energi Bumi
10. PT Rizqi Cahaya Makmur
11. PT Sangia Perkasa Raya
12. PT Sriwijaya Raya
13. PT Wanagon Anoa Indonesia 3

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here