Limbah B3 Berserakan, Pihak Rumah Sakit Kota Kendari Tak Acuh

0
498

KENDARI, CORONGSULTRA.ID – Berdasarkan persyaratan dari KepMenkes RI No. 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, yang mana setiap rumah sakit haruslah memiliki fasiltas pengolahan limbah padat dan fasilitas pengolahan limbah cair.

Untuk itu setiap rumah sakit diwajibkan untuk melakukan pengelolaan terhadap limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3). Apabila ada rumah sakit yang tidak melakukan pengelolaan limbah B3 maka berdasarkan Undang-undang nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) pasal 103 yang berbunyi: Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan dapat dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Baca Juga : Mayoritas Perhotelan, Rumah Sakit dan Rumah Bernyanyi Langgar Perda Kota Kendari

Seperti yang terjadi di Rumah Sakit Kota Kendari, berdasarkan pantauan awak anoatimes.id selama beberapa hari, anoatimes.id menemukan adanya beberapa limbah B3 yang berserakan bercampur dengan limbah padat lainnya.

Rabu, (13/12/2017) awak anoatimes.id menemukan selang bekas infus yang dibuang di genangan air tepat disamping ruang Unit Gawat Dararat (UGD). Saat awak anoatimes.id mengambil gambar selang bekas infus tersebut, tampak beberapa petugas medis ruang UGD hanya memperhatikan namun tidak mengambil tindakan untuk mengamankan selang bekas infus tersebut.

Di hari berikutnya, Sabtu (16/12/2017) malam, awak anoatimes.id kembali menemukam jarus suntik bekas yang berserakan bercampur dengan limbah padat lainnya tepat di depan Apotek Rumah Sakit Kota Kendari.

Ini tentunya harus menjadi perhatian khusus dari managemen Rumah Sakit Kota Kendari, sebab apabila limbah B3 tersebut dibiarkan berserakan dapat menimbulkan korban, mengingat limbah B3 seperti selang infus dan jarum suntik bekas sudah terkontaminasi dengan pasien yang di rawat.

Sementara itu, saat awak anoatimes.id mencoba untuk mengkonfirmasi persoalan tersebut ke managemen Rumah Sakit Kota Kendari, Ditrektur Rumah Sakit Kota Kendari sedang tidak berada di tempat, dan saat dihubungi via seluler juga tidak mengangkat telfon dari awak anoatimes.id.

Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari managemen Rumah Sakit Kota Kendari terkait berserakan dan bercampurnya limbah B3 denga limbah padat lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here