Dikbut Sultra Siapkan Rp 60M Untuk Dak Di Dampingi TP4D

0
657

KENDARI, Corongsultra.co.idDinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara, menyediakan anggaran kurang lebih sebesar Rp 60 Milar untuk pembangunan sarana pendidikan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2019. Dana tersebut diperuntukan kepada satuan pendidikan SMA di lingkup provinsi Sulawesi Tenggara.

Manajer PTK DAK SMA Dikbud Sultra, Safilun Said mengatakan DAK tahun 2019 tidak berbeda pelaksanaannya dengan tahun -tahun sebelumnya. Perkerjaan sarana pendidikan tersebut dilaksanakan dengan cara swakelola yang langsung dilaksanakan oleh pihak sekolah. Adapun satuan pendidikan yang mendapatkan dana tersebut sesuai dengan kondisi sekolahnya yang dilaporkan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

” Jadi pihak sekolah melaporkan kondisi sekolahnya melalui Dapodik,” tutur pria yang akrab disapa Safilun tersebut.

Menurut Safilun, pihaknya beberapa waktu lalu turun ke lapangan khususnya di wilayah kepulauan untuk mengecek kondisi SMA di daerah tersebut . Dalam monitoring tersebut ungkapnya ditemukan sejumlah sekolah yang memang membutuhkan bantuan sarana, berupa rehabilitasi.

” Kami baru balik dari lapangan yang berada di wilayah kepulauan. Langkah tersebut kami lakukan karena akan ada rapat koordinasi yang rencananya akan kami laksanakan pada minggu ke tiga April 2019 nanti,’ papar Safilun.

Safilun menjelaskan , pihak sekolah diharapkan selalu mengecek data pokok pendidikannya. Pasalnya, Dapodik merupakan sistem yang sangat menentukan dalam mengisi data sekolah. Hal tersebut ungkapnya termuat kondisi fisik sekolah . Secara keseluruhan jelasnya, sangat banyak satuan pendidikan di bumi anoa yang membutuhkan bantuan sarana dan prasarana sekolah. Peran operator pendidikan yang mengoperasionalkan Dapodik tentu menjadi tulang punggung dalam mensukseskan DAK sehingga bantuan dapat diberikan sesuai dengan kondisi sekolah yang dilaporkan dalam Dapodik tersebut.

“Dapodik di sekolah kebanyakan dioperasikan oleh honorer, sehingga perlu mendapatkan perhatian serius dari pihak sekolah. Namun terkait honor mereka, pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Gubernur Ali Mazi akan membiayainya setelah mereka mengantongi SK Gubernur. Saya berharap, pihak sekolah memperhatikan mereka,” tutupnya.

Pihaknya pun lanjut Safilun akan terbuka kepada masyarakat terkait pengelolaan dana tersebut di sekolah. Pihak sekolah diharapkan terbuka terhadap publik dengan memasang papan informasi yang memuat besaran dana sumber pembiayaannya, sehingga tidak menimbulkan salah kaprah dari masyarakat. Dikbud pun bekerjasama dengan pihak kejaksaan melalui program Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

“Kami akan terbuka kepada masyarakat. Pihak sekolah harus memasang papan informasi proyek sehingga masyarakat tidak bertanya tanya tentang pembangunan tersebut di papan informasi nanti tertulis bahwa proyek tersebut didampingi oleh Kejaksaan melalui program TP4D”

Laporan husen

Editor Om nasaruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here