Kunker Hari Keempat, Ali Mazi dan Kemenko Marves Tinjau Industri Aspal Buton

0
61

Kendari, corongsultra.id – Menindaklanjuti rapat koordinasi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pada awal Januari 2021 dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara, terkait pemanfaatan potensi aspal Buton untuk proyek strategis nasional pengaspalan 1.000 kilometer jalan.

Untuk itu Menko Marves mengutus
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Ayodhia GL Kalake dan tim melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Buton, Senin (1/2/2021).

Rombongan saat meninjau pabrik aspal PT kartika Proam Abadi D kecamatan Lasalimu buton

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra, M Ridwan Badallah mengatakan,
Sekitar Pukul 08.30 Wita, tim kementerian mendarat di bandara Betoambari. Mereka disambut langsung Gubernur Sultra H Ali Mazi dan didampingi oleh Wali Kota Bau-Bau AS Thamrin, Bupati Buton La Bakry, Seretaris Kota Bau Bau Roni Muchtar, dan Pj Sekda Buton Utara Yuni Nurmalawati, serta sejumlah kepala OPD provinsi, kabupaten dan kota.

Diawali dengan sarapan pagi di persiapan mess provinsi (eks rumah jabatan Bupati Buton di Bau-Bau), menjadi titik mulainya kunjungan kerja hari keempat di pulau Buton.

Sejam kemudian seluruh tim bergerak menuju Latewe. Selama sejam perjalanan gubernur bersama rombongan dan tim Kemenko Marves tiba di pusat eksploitasi aspal Buton. Salah satu spot yang dikunjungi adalah PT Wijaya Karya (Wika) Bitumen.

PT Wika adalah perusahaan yang mengelola sumber daya aspal baik dalam bentuk bahan jadi atau siap pakai maupun dalam bentuk setengah jadi atau serpihan batuan aspal. Menurut salah satu karyawan di perusahaan bahwa PT Wika telah mendapat IUP untuk mengelola 100 hektar areal pegunungan aspal.

Secara umum, potensi aspal di Kabupaten Buton seluas 60.000 hektar namun baru dieksploitasi seluas 400 hektar oleh 42 IUP perusahaan status eksploitasi produksi. Sementara 6 perusahaan telah produksi. Salah satunya PT Wika seluas 101 Hektar dan PT Kartika Prima Abadi di bulan Mei tahun 2021 akan memproduksi aspal dalam bentuk kemasan 25 dan 50 kilogram untuk memudahkan pengangkutan.

Selanjutnya, gubernur beserta rombongan dan tim Kemenko Marves meninjau Pelabuhan Nambo sebagai salah satu penyangga insfrastruktur pengiriman dan suplai aspal Buton ke daerah lain.

“Gubernur menyampaikan kepada tim kementerian yang dipimpin deputi pengendalian bahwa perlunya pengembangan dan perluasan pelabuhan Nambo dan dikonsentrasikan sebagai penyangga pelabuhan utama pengiriman aspal Buton,” kata Ridwan Badallah dalam keterangan tertulisnya.

Setelah berkeliling di pelabuhan Nambo, gubernur, tim Kemenko Marves dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju PT Kartika Prima Abadi. Di lokasi industri aspal itu mereka mengecek fisik dan lingkungan PT Kartika Prima Abadi.

“Di sana seluruh tim dipersilakan memasuki salah satu ruang meeting untuk mendengarkan presentasi dari salah satu direktur perusahaan tentang pabrik aspal yang telah mereka bangun. Pabrik itu nantinya menjadi pabrik aspal yang dapat menyuplai kebutuhan aspal dalam dan luar negeri,” ujar Ridwan Badallah.

Setelah meninjau dua perusahaan aspal Buton dan pelabuhan Nambo. Gubernur, tim Kemenko Marves dan rombongan menuju ke pelabuhan Bananbungi. Gubernur menjelaskan kepada tim kementerian bahwa sejak puluhan tahun pelabuhan inilah menjadi andalan utama pengiriman aspal curah dari kabupaten Buton.

Ridwan Badallah mengatakan, pelabuhan Banabungi adalah rute terakhir peninjauan dan peninjauan fisik yang dilakukan rombongan gubernur dan tim kementerian maritim dan investasi. Selanjutnya, sebelum kembali ke Buton seluruh rombongan beristirahata di rujab bupati Buton sambil disuguhkan secangkir teh dan kopi dengan ditemani gorengan suku dan pisang khas Pasarwajo.

Setelah beristirahat selama satu jam, rombongan gubernur dan tim kementerian kembali ke Bau-Bau menempuh jarak tempuh 60 kilo meter. Selanjutnya beristirahat untuk kemudian menyiapkan diri melakukan rapat atau diskusi di hotel Zenith Bau Bau.

Suasana rapat di hotel zenit bau-bau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here