Jum’at Berkah Paslon Surunuddin-Rasyid, MK Tolak Gugatan Endang -Wahyu Dalam Pilkada Konsel

0
129

Kendari, CorongSultra.id – Hari Jumat menjadi berkah bagi pasangan calon bupati Konawe Selatan (Konsel) H Surunuddin Dangga-Rasyid, karena majelis hakim mahkamah konstitusi (MK) memutuskan menolak seluruh materi gugatan yang diajukan pasangan calon bupati Konsel nomor urut tiga Muhammad Endang SA dan Wahyu Ade Pratama.

kuasa hukum pasangan suara jilid 2 saat sidang virtual

“Pokok permohonan pemohon tidak beralasan menurut hukum. Mahkamah memutuskan menolak permohonan pemohon secara keseluruhan,” kata Ketua Majelis Hakim MK Anwar Usman membacakan pengucapan putusan sengketa Pilkada Konsel yang disiarkan virtual dari Gedung MK, Jakarta, Jumat (19/3/2021).

Setelah melakukan pemeriksaan, majelis hakim MK tidak menemukan bukti yang meyakinkan telah terjadi pelanggaran dalam pilkada Konsel yang diduga dilakukan paslon nomor urut dua sebagaimana yang dimohonkan oleh pemohon yakni paslon nomor urut tiga.

Hakim anggota MK Wahiduddin Adams yang membacakan pertimbangan mahkamah menyatakan dalil-dalil pemohon diantaranya mahar politik ke partai Hanura, keterlibatan camat, lurah, dan aparatur sipil negara (ASN) untuk memenangkan paslon nomor urut dua tidak beralasan demi hukum.

Menurutnya semua dalil dilaporkan pemohon hanya dalam bentuk bukti foto, video, dan surat pernyataan dari saksi-saksi tetapi tidak dapat meyakinkan hadapan majelis hakim MK dikarenakan tidak adanya bukti dari pihak terkait Bawaslu Konsel tidak pernah menerima laporan pelanggaran pilkada dari pemohon.

Terkait dengan money politik di sejumlah TPS beberapa desa di Konsel yang dijadikan dalil pemohon. Majelis hakim MK tidak menemukan korelasinya dengan perolehan suara paslon nomor urut dua.

“Mahkamah menilai apabila dikaitkan dengan perolehan suara maka sulit untuk mendapatkan korelasi antara dugaan politik uang dengan perolehan pihak terkait, karena faktanya di desa-desa yang dilaporkan pemohon terjadi politik uang justru yang memperoleh suara terbanyak adalah pemohon,” kata Wahiduddin Adams.

Mengenai dalil pemohon telah terjadinya kampanye hitam yang diduga dilakukan paslon nomor urut dua. Wahiduddin Adams menyampaikan, setelah mahkamah mencermati bukti-bukti yang diajukan pemohon ternyata sama yang dilaporkan Bawaslu Konsel.

“Dengan demikian kampanye hitam telah diselesaikan Bawaslu Konsel. Adapun bukti-bukti lain yang diajukan pemohon, mahkamah tidak menemukan bukti kampanye hitam yang dilakukan paslon nomor urut dua,” ujarnya.

Sedangkan dalil penyalahgunaan wewenang calon bupati nomor urut dua yang diajukan pemohon bahwa petahana melibatkan camat dan kepala desa memenangkan pilkada Konsel 2020 dan pertemuan kepala desa se-Kabupaten Konsel dengan Rahmat Gobel (DPP Nasdem) dengan agenda konsolidasi pemenangan paslon nomor urut dua.

Mahkamah mempertimbangkan dalil pemohon sepenjang keterlibatan para pihak di atas, Bawaslu Konsel tidak menerima atau menemukan laporan dari pemohon di tambah lagi tidak ditemukan hubungan klausul peristiwa tersebut dengan masing-masing paslon maka tidak terdapat alasan bagi majelis hakim MK untuk mempertimbangkan lebih jauh lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here