Kasus PT Tonia,Nur Alam Sebut Nama Pangdam Hasanuddin

0
144

Kendari, CorongSultra.id – Mantan Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) H Nur Alam dihadirkan sebagai saksi oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan kasus dugaan tindak pidana pemalsuan tanda tangan akuisisi saham PT Tonia Mitra Sejahtera di Pengadilan Negeri Kendari, Selasa (23/3/2021).

Mantan gubernur sultra bapak nur alam hadir sebagai saksi pt tonia

Nur Alam mengatakan bahwa sebagai gubernur Sultra waktu itu dia menerima laporan register perusahaan tambang dari pemerintah kabupaten/kota, dan nama PT Tonia ada juga berdasarkan laporan Dinas ESDM untuk verifikasi perusahaan tambang. Namun dia tidak mengetahui internal perusahaan PT Tonia.

Di persidangan itu, Nur Alam juga menyampaikan fakta baru berupa surat pernyataan yang ditulis salah satu terdakwa yaitu Ardi Tamburaka. Surat tersebut ia terima saat dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta.

Di hadapan ketua majelis hakim Kelik Trimargo, Nur Alam meminta izin membacakan surat pernyataan yang ditulis tangan oleh Ardi Tamburaka tanggal 16 Januari 2020.

Dalam surat pernyataan yang dibacakan Nur Alam. Terungkap penandatanganan akuisisi saham PT Tonia ke PT Tribuana Sukses Mandiri dilakukan di kantor Badan Intelijen Daerah (Binda) Sultra yang waktu itu Kabinda-nya dijabat Andi Sumangerukka.

Penandatanganan akuisisi saham PT Tonia kata Nur Alam, dihadiri Ardi Tamburaka selaku Direktur Utama PT Tonia, Andi Samsu Rizal Direktur Utama PT Tribuana Sukses Mandiri, Arif pengurus PT Tribuana Sukses Mandiri, Andi Sumangerukka sebagai Kabinda Sultra, Mahasetiawan dan Yufianto selaku perwakilan dari Amran Yunus.

“Pada saat itu saya diminta menandatangani dokumen/perjanjian akta akuisisi antara PT Tonia Mitra Sejahtera dengan PT Tribuana Sukses Mandiri sebagai saksi,” kata Nur Alam membacakan surat pernyataan Ardi.

Masih di surat pernyataan dibacakannya, Nur Alam mengatakan setelah beberapa hari kemudian Ardi dihubungi Amran Yunus agar hadir kembali di kantor notaris untuk menandatangani dokumen perubahan saham dan pengurus PT Tonia.

“Di mana dalam perubahan tersebut saya tidak lagi menjabat direktur utama PT Tonia Mitra Sejahtera. Sejak saat itu saya tidak lagi bekerja dengan Amran Yunus dan tidak lagi tahu seluk beluk PT Tonia Mitra Sejahtera,” kata Nur Alam membacakan surat pernyataan.

Setelah Nur Alam membaca surat pernyataan. Jaksa Herlina Rauf meminta pada majelis hakim agar surat itu dijadikan barang bukti. Dan hakim membolehkannya.

Tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here