Nur Alam: Istri, Adik, dan Kemenakan Pangdam Hasanuddin Pantas Dihadirkan di Persidangan Kasus PT Tonia

0
104

Kendari, CorongSultra.id – Usai bersaksi di persidangan kasus dugaan pemalsuan tanda tangan akuisisi saham PT Tonia Mitra Sejahtera di Pengadilan Negeri Kendari. Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) H Nur Alam mengungkapkan, yang sepantasnya dihadirkan bersaksi di persidangan bukanlah dirinya tetapi istri, adik, dan kemenakan Andi Sumangerukka.

Nur Alam mengatakan, dari dokumen yang ditelusurinya di media ada menyebutkan nama istri, adik, dan kemenakan Pangdam XIV/Hsn (Hasanuddin) itu.

“Kalau ditelisik lebih jauh, memang dalam dokumen yang saya browsing di media, di sana memang ada menyebutkan istri yang bersangkutan dalam hal ini istri Andi Sumangerukka, ada adiknya, dan ada kemenakannya. Tapi secara legal termuat dalam akta notaris. Sehingga pantas untuk mereka dihadirkan, kok saya yang tidak tahu masalah yang ditarik-tarik,” ungkapnya di hadapan awak media, Selasa (23/3/2021).

Dari surat pernyataan salah satu terdakwa yang dia bacakan di ruangan sidang. Ia semakin meyakini bahwa proses akuisisi saham PT Tonia dilaksanakan di kantor Badan Intelijen Daerah (Binda) Sultra yang dihadiri Kabinda waktu itu Andi Sumangerukka yang sekarang jadi Pangdam VII/Wirabuana (sekarang Pangdam XIV/Hasanuddin, red).

“Mengapa demikian, karena surat pernyataan itu sudah terkonfirmasi langsung di depan hakim oleh saudara Ardi menyatakan bahwa itu adalah tanda tangannya,” ucapnya.

Oleh karena itu, dia yakin betul bahwa informasi yang disampaikan oleh salah satu terdakwa adalah benar karena sudah diakui di depan majelis hakim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here