Kisah Bayu Rahmat, Pantang Menyerah Ikut Seleksi Calon Prajurit TNI

0
21

Kendari, CorongSultra.id – Bayu Rahmat (20) remaja asal Desa Wambuloli, Kecamatan Mawasangka Timur, Kabupaten Buton Tengah (Buteng). Tak kenal menyerah dalam perjuangan kesepuluh kalinya mengikuti seleksi calon prajurit TNI.

Awal bulan April 2021 menjadi berkah bagi Bayu. Dia lolos ke seleksi tingkat panitia pusat bersama 141 orang pendaftar Cata PK Gelombang I Sub Panda Kendari, Korem 143/HO tahun 2021 setelah menjalani rangkaian kegiatan seleksi yang cukup ketat.

“Bayu Rahmat adalah salah satu contoh generasi muda yang patut diacungi jempol dalam menggapai cita-citanya,” kata Plh Kapenrem 143/HO Letda Inf Rusmin Ismail dalam rilis tertulisnya beberapa hari lalu yang diterima redaksi CorongSultra.id.

Rusmin mengatakan, Bayu adalah putra pasangan dari Bapak La Uli (48) dan Ibu Hamsia (46). Dia telah mengikuti 10 kali seleksi untuk menjadi TNI di antaranya 4 kali seleksi TNI AL, 6 kali seleksi TNI AD tapi semangatnya tak pernah kendor.

“Setelah menjalani berbagai rangkaian seleksi di Sub Panda Kendari, kini saatnya dia akan berjuang menyambung mimpinya di tingkat Panitia Pusat untuk lolos menjadi prajurit TNI,” ungkap Rusmin.

Rusmin bilang, Bayu sekarang tinggal bersama sang neneknya di Buteng, sementara kedua orang tuanya mencari nafkah sebagai nelayan dan penjual gorengan di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Menurut Bayu Rahmat, keinginannya untuk menjadi seorang TNI merupakan cita-cita dan impiannya dari kecil.

“Menjadi prajurit TNI adalah impian dan cita-cita saya sejak kecil, untuk itu Saya tak mau berhenti sebelum impian saya tercapai,” ucapnya.

Sejak lulus SMA dia terus mengejar cita-citanya untuk menjadi seorang prajurit, dan ini adalah kali kesepuluh Bayu mengikuti seleksi penerimaan calon TNI.

“Sejak tahun 2019 saya sudah ikuti seleksi menjadi TNI dan ini kesempatan kesepuluh kalinya, saya mendaftaf baik di TNI AD dan TNI AL. Dan tahun ini merupakan kesempatan pertama bagi saya berjuang mewujudkan mimpi saya di Makassar dan saya pasti bisa,” tuturnya.

Sementara itu, ibu Hamsia membenarkannya bahwa semua yang diakukan Bayu sampai saat ini merupakan cita-citanya sejak kecil dan impiannya untuk membahagiakan orang tuanya.

“Kita dari sini hanya mendukung dan mendoakan Bayu Rahmat semoga apa yang dia cita –citakan untuk mengabdi kepada bangsa dan Negara bisa tercapai,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here