Angka Kasus Masih Tinggi, Bupati Koltim Minta Aparaturnya Serius Tangani Pandemi Covid-19

0
51

Tirawuta, CorongSultra.id – Bupati Kolaka Timur (Koltim) Hj Andi Merya Nur meminta seluruh jajaran aparatur pemerintahannya mulai dari kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala puskesmas, dan seluruh kepala desa serta lurah serius dalam penanganan pandemi Covid-19 termasuk meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan.

Permintaan itu bupati sampaikan dalam pertemuan penanganan pandemi Covid-19 berbasis desa dan kelurahan, di Aula Pemerintah Kabupaten Koltim, Selasa (3/8/2021).

Acara pertemuan itu dihadiri Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Koltim Andi Muh Iqbal Tongasa SSTP MSi, seluruh kepala OPD, camat, kepala puskesmas, kepala desa dan lurah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Bupati mengingatkan, Pemkab Koltim sudah berupaya semaksimal mungkin dalam menangani Covid 19. Diantaranya gencar melakukan percepatan vaksinasi meskipun akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan kasus yang cukup signifikan.

“Pelaksanaan vaksinasi dan jumlah sasaran adalah 95.172 jiwa, itu baru 19 persen yang telah melaksanakan vaksin dosis 1 dan 7.484 jiwa dosis 2. Rendahnya capaian vaksin adalah salah satunya ketersediaan vaksin yang terbatas,” katanya.

Di pertemuan tersebut, bupati mengimbau seluruh masyarakat Koltim agar menggurangi mobilitas kegiatan di luar rumah. Dan untuk menemukan kasus baru maka harus melakukan tes sebanyak-banyaknya baik rapid tes antigen maupun tes PCR dan untuk sarana dan prasarana kesehatan virus Covid 19.

“Pemerintah daerah telah cukup banyak menyediakan anggaran kesehatan mau pun tenaga medis dan juga mendapat bantuan dari gugus tugas Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam penanganan Covid-19 yang lebih komperhensif kata bupati, Pemkab Koltim juga sudah mengalokasikan anggaran yg cukup untuk ketahanan pangan, ekonomi,dan sosial.

Tidak hanya itu, bupati juga menyampaikan agar desa-desa di Koltim dapat menggunakan semaksimal mungkin dana desa untuk penanggulangan covid dan tetap melakukan sosialisasi tentang pencegahan, penanganan, dan pembinaan.

“Supaya mengingatkan disiplin masyarakat untuk memakai masker mencuci tangan, menjaga jarak serta membentuk pos jaga di setiap desa dan menyiapkan tempat isolasi di desa yang mempunyai kasus positif,” imbaunya.

Terkait Bantuan Sosial (Bansos) untuk daerah yang menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), bupati meminta dilakukan pendataan yang cepat dan akurat, sehingga penyalurannya tepat sasaran.

banner 300250 banner 300250 banner 300250

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here