Diduga Lakukan Ilegal Mining, PT Askon dan PT KMS 27 Diadukan ke DPRD Sultra

0
91

Kendari, CorongSultra.id – Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di hari yang sama, Rabu (4/8/2021) didatangi dua lembaga aspirator dengan menyampaikan aspirasi aktifitas pertambangan ilegal atau ilegal mining diduga dilakukan PT Astina Konstruksi (Askon) dan PT Karya Murni Sejati (KMS) 27.

Aspirator pertama dari lembaga Persatuan Pemuda Pemerhati Daerah Konawe Utara (P3D Konut). Mereka mengadukan perusahaan penyedia alat berat PT Askon melakukan aktifitas pertambangan tanpa sesuai izin dan kewenangannya di Blok Matarape, Kabupaten Konut.

Salah satu koordinator lapangan (Korlap) P3D Konut, Jefri mengungkapkan, PT Askon diduga banyak melakukan pelanggaran pertambangan dengan bermodalkan Surat Perintah Kerja (SPK) yang seharusnya memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUJP), dan mengkomersialisasikan jetty.

“Maka dari itu itu kami menarik kesimpulan melakukan aksi unjuk rasa dan membawa dokumentasi dugaan kegiatan PT Askon di wilayah Konawe Utara,” ujarnya.

Maka mereka mendesak DPRD Sultra membentuk tim panitia khusus (Pansus) dan menggelar rapat dengar pendapat dengan melibatkan instansi terkait.

Komisi III DPRD Sultra menerima aspirasi Corong Aspirasi Rakyat Sulawesi Tenggara mengenai dugaan aktifitas pertambangan ilegal PT KMS 27 di atas lahan PT Antam di Blok Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara.

Sementara aspirator kedua datang dari lembaga Corong Aspirasi Rakyat Sulawesi Tenggara (Corok Sultra). Mereka membeberkan dugaan pertambangan ilegal PT KMS 27 di atas lahan PT Antam di Blok Mandiodo, Kabupaten Konut.

Dalam pernyataan sikapnya, Corok Sultra mengungkapkan bahwa PT KMS 27 diduga masih melakukan kegiatan pertambangan. Padahal pasca putusan mahkamah agung tangal 17 Juli 2014 mencabut 11 izin usaha pertambangan (IUP) salah satunya PT KMS 27.

“Tetapi sekarang perusahaan tersebut masih terus melakukan aktifitas pertambangan tanpa mengantongi izin usaha pertambangan,” ungkap jenderal lapangan Corok Sultra Fausan Dermawan.

Aspirasi mereka pun sama dengan P3D Konut, mereka meminta DPRD Sultra membentuk tim pansus dan melakukan investigasi di lokasi PT KMS 27 serta memanggil direktur utamanya dan dinas terkait untuk melakukan rapat dengar pendapat.

Dua anggota Komisi III DPRD Sultra yakni Abdul Salam Sahadia dan Sudirman yang menerima aspirator P3D Konut dan Corok Sultra, mengakomodir tuntutan mereka dengan mengagendakan rapat dengar pendapat dan mengundang pihak-pihak terkait diantaranya Dinas ESDM, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, Ditkrimsus Polda Sultra, Kejati Sultra serta PT Askon dan PT KMS 27.

“Dalam rangka memperjelas permasalahan ini, kita simpulkan ditindaklanjuti dalam rapat dengar pendapat dengan mengundang pihak terkait,” kata Abdul Salam Sahadia.

banner 300250 banner 300250 banner 300250

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here