Jalan Nasional di Sultra Rusak, Ini Salah Satu Penyebabnya

0
74

Kendari, CorongSultra.id – Banyaknya truk kelebihan muatan atau ODOL (Over Dimension Over Loading) yang melintas salah satu faktor penyebab kerusakan jalan nasional di Provinsi Sulawesi Tenggara. Hal itu diungkapkan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari, Yohanis Tulak, saat menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPRD Sultra, Selasa (2/8/2021).

“Di beberapa titik jalan nasional mengalami kerusakan. Salah satu faktor penyebabnya masih banyak kendaraan truk yang over dimensi dan over load,” ungkapnya.

Yohanis memaparkan, ada empat cluster permasalahan angkutan ODOL yang melintasi jalan nasional di Sultra, yaitu lintas timur ke arah Sulawesi Tengah, didominasi kendaraan ODOL  penyuplai material perusahaan tambang.

Kemudian kata dia, lintas barat ke arah Kolaka ke Sulawesi Selatan (Sulsel), kendaraan ODOL didominasi kendaraan angkutan logistik.

“Lintas selatan, kendaraan ODOL didominasi angkutan perusahaan industri gula, pertambangan, dan perkebunan. Dan lintas kepulauan, kendaraan ODOL didominasi kendaraan angkutan logistik dan perkebunan,” paparnya.

Yohanis bilang, bahwa yang paling parah kerusakan jalan nasional di lintas timur tepatnya di Morosi, Kabupaten Konawe. Ia menyebutkan sekira 15 sampai 20 kilometer mengalami kerusakan akibat aktifitas kendaraan ODOL mengangkut bahan galian tanah dan batu.

Rapat dengar pendapat Komisi III DPRD Sultra

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Lalu Lintas Balai Transportasi Darat Wilayah Sulawesi, Suripto membenarkan kendaraan ODOL pengangkut barang curah maupun logistik cukup banyak berseliweran di sepanjang jalan di Sultra.

Dia mengungkapkan, pihaknya pernah melakukan uji petik kendaraan pengangkut dan hasilnya hampir 90 persen ODOL

Menurutnya banyaknya kendaraan ODOL disebabkan dari regulasi masih ada celah hukumnya untuk dilanggar, yaitu tidak bisa menjerat dealer serta penjual chassis truk.

“Kalau bentuk jadi kendaraan yang dijual tidak ada over dimensi sedangkan bentuk chassis, pas dijual bisa dirakit berdasarkan kehendak pembeli,” ujarnya.

Kendala lain mengawasi kendaraan ODOL kata Suripto, tidak adanya alat jembatan timbang yang dimiliki pemerintah provinsi, kabupaten hingga kota.

“Di Sultra pengujian kendaraan bermotor tidak ada kewenangan pemda karena belum mengantongi akreditasi karena pemda belum sediakan fasilitas peralatan,” katanya.

Maka langkah preventif mereka lakukan adalah memberikan edukasi kepada dealer penjual kendaraan harus sesuai dimensi yg diatur pemerintah. Serta kepada pembeli kendaraan pengangkut harus meminta bukti uji tipe kendaraan pada dealer.

banner 300250 banner 300250 banner 300250

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here