Pemkot Kendari Bantu Nelayan Terdampak PPKM Mikro

0
62

Kendari, CorongSultra.id – Sebanyak 1178 nelayan terdampak pemberlakuan PPKM Mikro mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 300 ribu.

Wali Kota Kendari H Sulkarnain Kadir resmi menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada perwakilan nelayan bertempat di kantor Kecamatan Kendari Barat, Rabu (4/8/2021).

Dalam sambutannya, wali kota mengatakan, pemberian bantuan merupakan perhatian dan tanggung jawab pemkot terhadap warganya terdampak pemberlakuan PPKM Mikro guna menekan penyebaran Covid-19.

“Setelah penerapannya PPKM Mikro, banyak dampaknya terasa khususnya dari segi ekonomi banyak diantara kita termasuk bapak-bapak nelayan kesulitan mencari nafkah, tangkapan ikan kurang pembeli,” ucapnya.

Wali kota menyadari bantuan tunai itu belum tentu bisa menyelesaikan masalah para nelayan, tetapi paling tidak ini adalah bentuk tanggung jawab yang harus mereka lakukan di tengah upaya menangani pandemi Covid-19 di kota Kendari.

Sedangkan untuk nelayan maupun warga yang belum menerima bantuan, wali kota mempersilakan mengajukan bantuan melalui lurah dan lurah atau bisa juga lewat ketua RT/RW.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kota Kendari Imran Ismail bilang bantuan ini tidak diberikan langsung tapi ditransfer ke rekening nelayan.

“Bantuan sosial berupa uang tunai ini ditransfer langsung ke rekening penerima yang telah di SK kan oleh Bapak Wali Kota Kendari di enam kecamatan dan 33 kelurahan,” ungkapnya.

Imran menyebutkan, tahap awal penyaluran bantuan diberikan ke 289 orang nelayan terdiri dari 130 nelayan di Kecamatan Kendari dan 159 nelayan di Kecamatan Kendari Barat lalu kemudian akan menyusul kecamatan lainnya.

Dia menjelaskan, data sebelumnya sebanyak 1300 nelayan namun setelah diperbarui tersisa 1178 nelayan yang berhak menerima bantuan atau berkurang sebanyak 190 orang karena beberapa alasan seperti meninggal dunia, pindah domisili, dan penerima bantuan sosial lainnya.

“Meninggal dunia 25 orang, alih profesi 121 orang, pindah domisili 14 orang, pemilik kapal di atas tiga groston (GT) enam orang dan telah terdata sebagai penerima bantuan sosial lainnya misalnya PKH, BLT, BST sebanyak 24,” katanya.

Syarat bagi warga ingin masuk penerima bantuan harus memenuhi persyaratan yaitu berdomisili dibuktikan KTP Kota Kendari, memiliki kartu pelaku usaha kelautan dan perikanan (KUSUKA), tidak memiliki kapal di atas tiga GT serta tidak terdata sebagai penerima bantuan sosial.

banner 300250 banner 300250 banner 300250

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here