Nur Endang Abbas: Sultra Siap Sukseskan HPN dan Anugerah Kebudayaan PWI 2022

0
47

Jakarta, CorongSultra.id   –   Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Hj Nur Endang Abbas menyatakan siap menyukseskan Hari Pers Nasional (HPN) dan Anugerah Kebudayaan PWI tahun 2022 di Sultra.

Endang menjelaskan panitia lokal HPN 2022 di Sultra juga semakin siap menyambut para tamu peserta HPN 2022 pada Februari mendatang. Kasus Covid-19 yang selama ini dikhawatirkan juga perlahan mulai menurun sehingga membuat mereka optimis HPN dapat berjalan maksimal namun tetap dengan protokol kesehatan.

“Kami bersyukur hingga saat ini kasus Covid-19 di provinsi Sultra terus melandai, ini membuat kami semakin optimis apalagi ada dua event nasional yang kami akan menyelengarakan. Alhamdulillah selama ini Sultra selalu termasuk 5 provinsi dengan kasus Covid-19 terendah,” katanya dalam rapat sosialisasi Anugerah Kebudayaan PWI, Kamis (16/9/2021) di kantor PWI pusat.

Tidak hanya saja siap menyukseskan HPN, Endang mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi para peserta HPN khususnya peserta Anugerah Kebudayaan PWI 2022.

Menurutnya Anugerah Kebudayaan merupakan bentuk apresiasi bagi daerah yang sangat penting dalam mendorong kesadaran perlunya perspektif kebudayaan digunakan dalam membangun daerah.

“Terselenggaranya Anugerah Kebudayaan yang diselenggarakan PWI kerjasama dengan pemerintah kota dan kabupaten kami harap dapat menggali gagasan, ide berbasis kearifan lokal setempat dalam rangka kreatifitas inovasi dalam pembangunan daerah berbasis kebudayaan,” jelas Nur Endang.

Endang menambahkan di Provinsi Sultra sendiri pembangunan kebudayaan menjadi salah satu inspirasi mereka untuk membangun daerah.

“Dalam pembangunan pemerintahan nilai nilai kebudayaan masih menjadi inspirasi bagi kami,” ujarnya.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat kembali akan menggelar Anugerah Kebudayaan PWI dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 mendatang.
Tema Anugerah Kebudayaan PWI kali ini berbeda dengan sebelumnya, karena diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19, penilaian terhadap kepala daerah akan dilakukan dengan cara berbeda. Meski tidak mengubah substansi penilaian yang telah berlaku dari tahun sebelumnya.

“Untuk tahun ini, temanya Memenangkan Kesehatan, Kemanusiaan, dan Perilaku Baru Berbasis Informasi dan Kebudayaan,” kata Ketua Panitia Anugerah Kebudayaan PWI, Auri Jaya.

Menurut Auri Jaya, tahun pertama pandemi merupakan masa masyarakat baru mengenal Covid-19, sebagian bahkan masih belum mempercayai virus corona. Kemudian tahun kedua pandemi, lanjut Auri, masyarakat sedang dalam masa menghindari kejenuhan.

“Di tahun pertama kita (masyarakat) exercise, belajar. Tahun kedua, saya kira kita sudah menerapkan pengalaman-pengalaman dan permasalahan yang dihadapi di masyarakat juga sudah berbeda,” kata wartawan peliput runtuhnya Tembok Berlin dan unifikasi Jerman, itu.

Oleh karena itu, Auri menyatakan bahwa kali ini Anugerah Kebudayaan PWI mendorong pemerintah daerah melalukan terobosan-terobosan untuk memastikan masyarakat merasa aman dari pandemi dan tetap menjamin aktivitas kemasyarakatannya.

”Tentu memerlukan inovasi-inovasi tersendiri bagi kepala daerah supaya menghadapi pandemi ini dengan aman, tertib, dan mencegah pandemi ini agar tidak menjadi sebuah pagebluk yang mengerikan,” ucap Auri.

banner 300250 banner 300250 banner 300250

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here