Gemalantang Geram Ulah Oknum Kades Diduga Jual Tanah Ulayat Lengora

0
54

KENDARI, CorongSultra.id – Gerakan Masyarakat Adat Untuk Tambang (Gemalantang) geram atas ulah oknum  Kepala Desa (Kades) Mapila yang diduga menjual tanah Ulayat Lengora di area izin usaha PT. Bukit Makmur Resources (BMR).

Ketua Gemalantang, Erman menjelaskan masyarakat adat Lengora menyakini bahwa ada beberapa lahan yang diduga telah diperjualbelikan masuk wilayah tanah adat lengora.

“Penjualan tanah itu diduga yang dilakukan oleh kepala Desa Mapila dengan modus sebagai tanah kas Desa Mapila,” ungkap Erman saat didampingi dengan sejumlah aktivis mahasiswa dan pemuda, Selasa (26/10/2021).

Menurut Erman, penjualan tanah Ulayat Lengora diduga sudah berlangsung selama Agustus hingga saat ini.

Lebih lanjut Erman bilang bahwa, ada beberapa warga (Rumpun Sapana) diduga mengklaim tanah Ulayat Lengora sebagai lahan miliknya.

“Kami juga telah menemukan bahwa yang di duga lahan yang diklaim tersebut telah dialihkan kepemilikannya ke Kepala Desa Mapila, tentunya untuk mempermudah dalam proses penjualan lahan tersebut,” ujarnya.

Dia menegaskan, Gemalantang menolak tegas atas klaim lahan dari pihak rumpun Sapana karena dalam silsilah keluarga Lengora tidak terdapat nama rumpun Sapana.

“Dan yang harus di pertegas adalah kalau hal itu semua terjadi maka kami yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Adat Lengora Untuk Tambang akan melakukan unjuk rasa dan menduduki lokasi tersebut yang dimana saat ini di duga menjadi wilayah ulayat kami (Lengora), termasuk area pembangunan mess sekarang ini,” tegasnya.

“Gemalantang sudah berupaya melakukan mediasi untuk penyelesaian persuasif dengan pihak BMR. Namun, sampai hari ini belum ada titik temu dari perusahaan BMR tersebut,” tegas Erman menambahkan.

Terakhir, kata Erman, pada 20 Oktober 2021 lalu, pihak Gemalantang telah mengirimkan surat kepada PT. BMR, Adhe Bangun Propertindo dan camat Kabaena Utara dengan tembusan Kapolsek Kabaena Barat dan Raja Tokotua terkait permasalahan tanah Ulayat Lengora.

Sementara itu, CorongSultra.id mengkonfirmasi melalui Whatsap meminta keterangan terkait dugaan jual beli tanah Ulayat Lengora ke manajemen PT. BMR tetapi belum memberikan informasi terkait masalah pembebasan lahan.

Corongsultra.id juga mencoba menggali informasi kembali terkait membebasan lahan izin usaha BMR kepada kepala desa Mapila lewat WhaatAppnya tidak aktif dan dihubunggi lewat sambungan telepon tapi tidak ada tanggapan.

Sampai berita ini ditulis, manajemen PT. BMR maupun kades Mapila belum memberikan tanggapannya terkait hal tersebut.

Laporan: RIAN

 

banner 300250 banner 300250 banner 300250

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here